Mengenal Front-End, Back-End, dan Full Stack Developer Dalam Pemrograman Web
Front-End, Back-End, dan Full Stack Developer Dalam Pemrograman Web - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai istilah-istilah yang sering kita dengar dalam pemrograman web. Bagi kalian sedang bergelut didunia IT khususnya dibidang programming tentunya tidak asing lagi dengan Istilah Front-End, Back-End, dan Full Stack Developer bukan ? Yups itu merupakan istilah yang sering didengar dalam pemrograman web.

Namun, diantara kita mungkin ada yang pernah dengar atau lihat istilah tersebut tetapi tidak mengetahui arti dari istilah tersebut, oleh karena itu disini saya akan membahas ketiga istilah tersebut yang (mudah-mudahan) jelas dan tepat.

Oke langsung saja kita ke topik pembahasan yaitu mengenai Apa itu Front-End, Back-End, dan Full Stack Developer Dalam Pemrograman Web.

Apa itu Frond-End Developer ?

Yang pertama kali kita bahas adalah Front-End. Front-End merupakan bagian depan halaman website atau hal yang pertama kali kita lihat ketika mengakses sebuah halaman web pastinya adalah sebuah tampilan atau sering disebut Interface (disebut juga dengan Client-Side).

Interface atau antarmuka pengguna merupakan bentuk tampilan grafis yang berhubungan langsung dengan user atau pengguna, yang artinya Front-End merupakan seorang developer yang mengatur atau bertanggung jawab dengan segala hal yang dapat dilihat oleh pengguna, mulai dari Jenis Font, Warna, Menu, Slider, dan sebagainya.

Untuk menjadi seorang Front-End Developer, keahlian atau skill yang harus dikuasai adalah HTML/HTML5, CSS, jQuery, Ajax, UI (User Interface), UX (User Experience), Javascript, dan Framework Javascript seperti React, Vue, Ember, Meteor, Angular, Next, dan framework Javascript lainnya.

Apa itu Back-End Developer ?

Jika Front End merupakan bagian depan halaman website yang tertuju langsung pada pengguna, maka Back-End merupakan bagian belakang sebuah website. Maksudnya Back-end merupakan suatu hal yang sangat tertuju pada aplikasi yang berjalan dan aktif diserver (sering disebut dengan istilah Server-Side).

Back-End pada sebuah website terdiri dari Server, Aplikasi, dan Database. Dan pada umumnya seorang Back-End Developer akan bekerjasama dalam membangun semua halaman website agar kode tersebut sinkron dengan tampilan website, oleh karena itu dalam membuat sebuah web peran seorang Front-End sangat penting untuk memudahkan user dan juga sebaliknya peran seorang Back-End sangat penting untuk mengelola Server, Aplikasi, dan Database dalam sebuah website.

Untuk menjadi seorang Back-End developer keahlian atau skill yang harus dikuasai adalah PHP, Ruby, Python, SQL, MySQL, Java, Git, dan sebagainya.

Apa itu Full Stack Developer ?

Jika sebelumnya kita telah membahas Front-end dan Back-end developer maka kita akan membahas Full Stack Developer. Istilah Full Stack developer ditujukan kepada seorang programmer yang mampu menguasai kemampuan dari Front-end dan juga Back-End.

Jika ditelaah lagi arti kata dari "Stack" adalah layer atau lapisan. Jadi Full Stack dapat kita artikan sebagai seorang programmer yang mampu semua layer dari Web Development seperti mengelola Server, Hosting, Struktur Data, User Interface (UI), User Experience (UX), dan layer lainnya.

Skill yang harus dimiliki untuk menjadi seorang Full Stack developer antara lain adalah Javascript, HTML/HTML5, CSS, Framework Javascript, PHP, Python, Ruby, SQL, MySQL, Java, Ajax, C#, Git, dan sebagainya.

Penutup

Itu saja yang dapat saya bahas mengenai istilah istilah yang ada pada pemrograman web yaitu Front-End, Back-End, dan Full Stack Developer. Diantara ketiga istilah diatas mungkin kalian tertarik untuk menjadi bagian-bagian tersebut dan mengembangkan skill agar lebih matang. Dan semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah pengetahuan teman-teman dan menetapkan tujuan pembelajaran agar lebih giat lagi.